BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

IPM Pasaman Barat Lampaui Target RPJMD, Kemiskinan Turun dan Daya Saing Daerah Menguat

PASBAR|Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman Barat pada 2025 mencapai 73,69 poin dan melampaui target RPJMD 2025 sebesar 73,00 poin. Angka kemiskinan turun menjadi 6,3 persen, sementara Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tercatat 3,46 atau masuk kategori relatif tinggi.

Data tersebut dirilis Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (9/6/2026). Bappelitbangda menyebut tren positif juga terjadi pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bappelitbangda Pasaman Barat, Sasmita Siregar, mengatakan capaian IPM itu merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan manusia berkelanjutan.

“Pencapaian IPM tahun 2025 sebesar 73,69 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Capaian ini telah melampaui target RPJMD yang ditetapkan untuk tahun 2025,” ujar Sasmita, Selasa.

Meski melampaui target daerah, Sasmita mengakui capaian IPM Pasaman Barat masih di bawah rata-rata Provinsi Sumatra Barat dan nasional. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat program pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Sektor Pendidikan dan Kesehatan Meningkat  

Pada sektor pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 2025 tercatat 9,20 tahun, naik dari 8,99 tahun pada 2024. Menurut Sasmita, kenaikan itu menunjukkan makin luasnya akses masyarakat terhadap pendidikan formal dan meningkatnya partisipasi pendidikan penduduk usia 25 tahun ke atas.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah di masa depan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan akses serta penguatan kualitas pembelajaran,” kata Sasmita.

Di sektor kesehatan, Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Pasaman Barat pada 2025 tercatat 73,17 tahun, naik dari 72,75 tahun pada 2024. Peningkatan itu, kata Sasmita, mencerminkan membaiknya kualitas kesehatan masyarakat yang didukung layanan kesehatan, status gizi, sanitasi, dan kesadaran pola hidup sehat.

“Peningkatan usia harapan hidup merupakan gambaran bahwa kualitas kesehatan masyarakat semakin baik. Ini juga menunjukkan perbaikan pada aspek gizi, lingkungan sehat, sanitasi, serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” jelasnya.

Kemiskinan Turun, Daya Saing Menguat  

Persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat 6,3 persen, turun dari 7 persen pada 2024. Sasmita menilai penurunan itu merupakan hasil program pemberdayaan masyarakat, perlindungan sosial, pengembangan ekonomi lokal, dan perluasan kesempatan kerja.

“Penurunan kemiskinan menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan. Capaian ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait telah memberikan hasil positif,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap berkomitmen mempercepat pengurangan kemiskinan melalui peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat, pengembangan usaha mikro dan kecil, serta penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Selain itu, IDSD Pasaman Barat 2025 mencapai 3,46. Nilai tersebut menempatkan Pasaman Barat dalam kategori daerah dengan daya saing relatif tinggi. IDSD mengukur kemampuan daerah menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menarik investasi melalui kualitas SDM, infrastruktur, inovasi, tata kelola pemerintahan, dan kapasitas ekonomi.

“Nilai IDSD sebesar 3,46 menunjukkan Pasaman Barat memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menciptakan iklim pembangunan yang kompetitif. Ke depan, berbagai aspek pendukung seperti kualitas SDM, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan akan terus diperkuat,” kata Sasmita.

Sumber: Diskominfo Pasbar 

Posting Komentar

0 Komentar