BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Menyampaikan Aspirasi atau Anarchy?

Penulis: Ihsan Mahasiswa S3 Study Islam UM Sumatera Barat dan Guru MTsN 5 Kota Padang,

Melihat fenomena beberapa hari ini terjadinya aksi demonstrasi mulai dari pusat ibu kota jakarta sampai ke daerah-daerah.Pemicu nya salah satunya adanya kebijakan menaikkan gaji tunjangan DPR RI dan rencana kenaikkan pajak,hal ini menimbulkan ketidaksenangan semua elemen termasuk mahasiswa .Namun hal ini puncaknya adalah dengan ditabraknya seorang Ojol  on Line oleh pihak oknum brimob ,sehingga menambah aksi yang besar dan berujung pada anarkis dimana-mana,aksi pembakaran fasilitas umum dan juga perkantoran pemerintahan dan juga pengrusakan dan termasuk penjarahan rumah  oknum anggota DPR RI seperti Ahmad sahroni dan lainnya.lalu apa bedanya anarcy yang terjadi saat demonstrasi menurut penulis yang juga dulunya aktifis 1998 ini mengungkapkan 

Anarchy bukan berarti kekerasan, akan tetapi secara etimologi adalah _an (tanpa) _archy_ (struktur) jadi artinya adalah tanpa struktur / penguasa / aturan. Dari bahasa Yunani _Anarchos_ juga berarti tanpa penguasa. 

Berdasarkan definisi diatas, penganut paham anarkisme berarti menentang setiap aturan karena mereka menganggap pemerintahan itu tidak diperlukan dalam keteraturan sosial. Mereka beralasan bahwa setiap individu bertanggung jawab terhadap keteraturan mereka sendiri. 

Anarkisme sangat menentang struktur, sehingga apapun hal terkait penggunaan kekuatan dalam ranah sipil oleh pemerintah seperti Polisi, serta sistem keuangan seperti bank adalah antitesis bagi mereka. Hal ini relevan sehingga yang sering menjadi target aksi mereka selain Polisi adalah pembakaran ATM Bank.

Turunan dari Anarkisme banyak tergantung dari aktivitas mereka, seperti Anarko Sindikalis yang berarti serikat pekerja di mana tujuannya mempertahankan hak-hak pekerja. 

Yang perlu menjadi perhatian adalah pergerakan ACAB _(All Cops Are Bastard)_ atau Anarko yang mentargetkan sistem kepolisian. Representasi numerikal dari ACAB adalah 1312, sehingga kemudian 13 Desember menjadi ACAB Day dan kerap aksi melawan kepolisian dilakukan pada tanggal tersebut. Hal ini sesuai dengan fakta beberapa pelemparan bom molotov terhadap Pospolisi terjadi pada tanggal tersebut.

ACAB melakukan aksi yang sifatnya sebuah respon dari aksi kekerasan yang dilakukan kepolisian. ACAB memiliki jejaring internasional, sehingga respon tersebut bisa terjadi dari kekerasan yang terjadi di negara lain di respon dengan aksi teror di negara yang lain. 

Ciri ciri atau atribut yang bisa ditemukan adalah penggunaan baju hitam, logo A melambangkan Anarchy, 1312 melambangkan ACAB, serta adanya persinggungan antara sepak bola, pelajar dan mahasiswa, buruh dan aliran sosialis. 

Perkembangan yang ditemukan adalah saat ini Anarko mulai mempelajari penggunaan BOM seperti Bom pipa dalam aksinya. Merupakan suatu kemajuan dalam aksi yang biasanya hanya menggunakan molotov.

Posting Komentar

0 Komentar