BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PORTAL BERITA MEDIAONLINE "CYBER PATROLI"

PMI Kota Padang Gelar Mukerkot 2025, Perkuat Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana

PADANG|Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang menggelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 selama dua hari, Sabtu–Minggu (27–28 Desember 2025), bertempat di Hotel Mariani Internasional, Jalan Bundo Kandung No. 35, Kota Padang.

Mukerkot PMI Kota Padang 2025 dihadiri Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Aristo Munandar, Wali Kota Padang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, jajaran pengurus PMI Kota Padang, Ketua PMI Kecamatan se-Kota Padang, serta Ketua KSR Markas dan KSR Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Padang yang tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. 

Ia juga menyampaikan salam dari Dewan Kehormatan PMI Kota Padang, Maigus Nasir.

dr. Srikurnia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan PMI Kota Padang yang telah membantu Pemerintah Kota Padang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang.

“Alhamdulillah, masyarakat Kota Padang mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat. Salah satunya pelayanan air bersih. Akibat terputusnya aliran PDAM, penyakit ISPA dan penyakit kulit sempat meningkat, dan PMI hadir membantu masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa jika terdapat kantor PMI Kecamatan dan rumah pengurus yang mengalami kerusakan akibat bencana, agar segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Padang untuk direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana.

Selain itu, dr. Srikurnia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Padang telah menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk mendukung program dan kegiatan PMI Kota Padang tahun 2026.

“Semoga anggaran ini bisa terealisasi, selama tidak terjadi pemotongan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Ia berharap melalui Mukerkot ini, PMI Kota Padang dapat melahirkan inovasi-inovasi baru serta membentuk sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi bencana di tahun 2026, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Aristo Munandar mengapresiasi PMI Kota Padang yang dinilai konsisten melaksanakan Mukerkot setiap tahunnya. 

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada relawan PMI Kota Padang yang terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana.

Ia menyebutkan bahwa semangat relawan PMI sejalan dengan peringatan Hari Relawan PMI yang jatuh pada 26 Desember 2025.

“PMI Kota Padang dan relawannya selalu turun ke lapangan bahkan sebelum ditetapkannya status Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan tetap bertahan hingga TDB selesai. Ini sesuai dengan delapan kegiatan pokok PMI,” ujarnya.

Aristo menekankan pentingnya profesionalisme relawan dengan terus meningkatkan kapasitas, mengingat Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana. Ia juga berharap PMI Kota Padang memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, dan Damkar.

Selain itu, ia mendorong peningkatan orientasi program, kualitas dan kuantitas kegiatan, serta pemberian sistem reward yang pantas bagi relawan.

Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif mengungkapkan bahwa Mukerkot sejatinya direncanakan pada 13–14 Desember 2025. Namun, kegiatan tersebut ditunda karena bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang.

“Kita menunda kegiatan karena banyak warga yang sedang berduka akibat bencana. PMI memilih fokus membantu masyarakat terlebih dahulu,” jelasnya.

Zulhardi menambahkan bahwa hingga saat ini relawan PMI Kota Padang masih aktif di lapangan, membersihkan lumpur yang menutupi jalan dan rumah warga di kawasan Brandon, serta terus mendistribusikan air bersih sebanyak lima tangki per hari, masing-masing berkapasitas 5.000 liter dengan tiga kali trip, hingga aliran PDAM kembali normal.

Ia juga menegaskan bahwa Mukerkot merupakan amanat AD/ART PMI, di mana rapat kerja wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun.

“Melalui Mukerkot ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta memberikan masukan dan usulan demi kemajuan PMI Kota Padang ke depan,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar