BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PORTAL BERITA MEDIAONLINE "CYBER PATROLI"

Menteri PU Republik Indonesia Groundbreaking Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar, Upaya Nyata Mitigasi Galodo

TANAH DATAR|Kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman banjir bandang atau galodo di Kabupaten Tanah Datar segera terjawab. Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, secara resmi meletakkan batu pertama/Groundbreaking pembangunan Sabo Dam di kawasan Sungai Jambu, Selasa (3/3/2026).

Pembangunan Sabo Dam ini menjadi langkah strategis dalam meminimalisir dampak banjir bandang yang selama ini kerap mengancam sejumlah wilayah di Tanah Datar. Proyek tersebut merupakan salah satu pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat dan sempat menjadi perbincangan luas.

“Sudah lama kami menunggu realisasi pembangunan ini. Alhamdulillah akhirnya terwujud,” ujar salah seorang warga yang mengaku merasa lega dengan dimulainya proyek tersebut.

Menteri PU Republik Indonesia Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sabo Dam merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat dari risiko kebencanaan.

“Pembangunan Sabo Dam ini adalah awal dari bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan keamanan masyarakat dari risiko kebencanaan. Ini merupakan tindak lanjut dari bencana erupsi Gunung Marapi tahun 2024 lalu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah merencanakan pembangunan 56 unit Sabo Dam di seluruh Sumatera Barat, yang tersebar pada 23 sungai berhulu dari Gunung Marapi. Proyek tersebut akan dilaksanakan dalam 4 tahap, dengan estimasi waktu pembangunan dari tahun 2025 hingga 2030.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat agar proses pembangunan Sabo Dam ini berjalan lancar,” tambahnya.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan hasil komunikasi intensif dan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat serta para pemangku kepentingan terkait.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan masyarakat selama ini menjadi motivasi untuk terus bekerja maksimal demi percepatan pembangunan di daerah.

“Kritik yang membangun menjadi cambuk bagi saya untuk terus berusaha agar pembangunan di Tanah Datar berjalan dengan baik. Tugas pemerintah adalah melayani masyarakat.” ujar Eka Putra.

Menurutnya, terdapat 5 unit Sabo Dam dan 1 unit Series River Training yang akan dibangun langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum di Kabupaten Tanah Datar. Lokasinya tersebar yaitu 3 Sabo Dam di aliran sungai Batang Lona, 2 Sabo Dam di aliran sungai Batang Anai, dan 1 Series River Training works di aliran sungai Batang Pagu-pagu.

Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU, serta anggota DPR RI Andre Rosiade dan Zigo Rolanda yang turut memperjuangkan realisasi pembangunan tersebut di tingkat pusat.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian Pemerintah Pusat terhadap penanganan bencana di Tanah Datar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo juga telah beberapa kali mengunjungi Tanah Datar. Selain meninjau lokasi pembangunan Sabo Dam di Sungai Jambu, ia juga melihat kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Pasar Batusangkar, hingga Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Gombak. Dalam tahun ini, Menteri PU bahkan tercatat telah dua kali menginap di Luhak Nan Tuo, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerah tersebut.

Di sisi lain, Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, mengingatkan seluruh pemangku kewenangan di Sumatera Barat agar berhati-hati dalam setiap proses pembangunan.

“Kita harus memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai aturan dan tuntas dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan Sumatera Barat yang lebih baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bupati Eka Putra atas kegigihannya memperjuangkan pembangunan di Tanah Datar.

Menurut Andre, tidak semua persoalan infrastruktur, khususnya jalan rusak, menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Ia menegaskan bahwa sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan di Tanah Datar merupakan jalan provinsi.

“Jalan yang rusak itu bukan kewenangan kabupaten, melainkan provinsi. Jadi jangan salahkan Bupati,” tegas Andre.

Andre juga menyebutkan kalau Bupati Eka Putra adalah Bupati yang sangat nyinyir ke pihak pusat, dalam artian yang positif.

"Seharusnya masyarakat Tanah Datar bangga dengan Bupati sekarang, karena sangat aktif untuk menyuarakan hal hal yang dibutuhkan oleh daerah dan masyarakatnya." ucap Andre

Dengan dimulainya pembangunan enam unit Sabo Dam ini, masyarakat Tanah Datar berharap ancaman galodo dapat diminimalisir dan rasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari semakin meningkat. (*/Ari, Dona, Ihsan)

Posting Komentar

0 Komentar