BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PORTAL BERITA MEDIAONLINE "CYBER PATROLI"

Sekda Pasaman Barat Tinjau Pencarian Warga Terseret Air Bah di Simpang Alahan Mati

PASBAR|Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mewakili Bupati Pasaman Barat Yulianto, meninjau lokasi pencarian dua warga yang terseret air bah di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Rabu (15/4/2026).

Kedua korban diketahui bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37). Peristiwa terjadi pada Selasa (14/4) sekitar pukul 17.00 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut hingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi badan jalan di Jalan Kumpulan–Padang Sawah, Kampung Languang.

Mobil yang dikendarai korban terjebak di tengah derasnya arus. Saat berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan, keduanya justru terseret arus menuju aliran sungai.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Pasaman Barat Setia Bakti, Kepala Badan Kesbangpol Pasaman Barat, Yosmar Difia; Sekretaris BPBD Pasaman Barat, Refi; Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Yudhinal Reviola serta Koordinator Lapangan Basarnas, Randi. Ia memastikan pemerintah daerah terus memantau perkembangan pencarian dan memberikan dukungan kepada tim gabungan di lapangan.

“Alhamdulillah, satu korban telah ditemukan. Pemerintah daerah bersama tim gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal hingga korban lainnya ditemukan,” ujar Doddy.

Selain meninjau proses pencarian, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa logistik, makanan siap saji, kasur, serta kebutuhan lainnya untuk mendukung operasional tim dan membantu keluarga korban.

Sekda turut menyampaikan pesan Bupati Pasaman Barat kepada keluarga korban agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

“Bupati berpesan agar keluarga tetap kuat dan terus berdoa. Pemerintah daerah bersama tim gabungan berkomitmen melanjutkan pencarian hingga tuntas,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Basarnas, Randi, menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan personel gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Pasaman, dan BPBD Kabupaten Pasaman Barat.

“Sesuai prosedur operasional standar (SOP), pencarian dilakukan selama tujuh hari dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Sumber: Diskominfo Pasbar

Posting Komentar

0 Komentar