PADANG|Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Anggota DPRD Kota Padang Muklis di kawasan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin malam (25/5/2026). Sejumlah tokoh masyarakat, kerabat, dan pejabat daerah tampak hadir untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Almarhum Kahar dalam usia 96 tahun.

Di antara para pelayat yang hadir terlihat Anggota DPRD Kota Padang Erianto bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang, Zulhardi Z Latif. Kehadiran keduanya menjadi bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus dukungan moril kepada keluarga besar Muklis yang tengah berduka.

Almarhum Kahar dikenal sebagai sosok orang tua yang dituakan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Semasa hidupnya, almarhum dikenal ramah, sederhana, dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Erianto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian orang tua dari rekannya sesama anggota legislatif tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” ujar Erianto saat berada di rumah duka.

Hal senada juga disampaikan Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif. Ia mengatakan kehadirannya bersama para pelayat lainnya merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat, terlebih dalam suasana duka cita.

Menurutnya, silaturahmi dan kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama ketika ada keluarga, sahabat, maupun rekan yang sedang mengalami musibah.

“Kehadiran kita tentu menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

Sejak sore hingga malam hari, rumah duka terus didatangi para pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, kerabat, sahabat, hingga warga sekitar. Mereka datang untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kepergian Almarhum Kahar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muklis dan masyarakat sekitar. Di usia yang ke-96 tahun, almarhum dinilai telah menjalani kehidupan panjang yang penuh pengalaman serta menjadi teladan bagi anak dan cucunya.

Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.