BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Workshop MTsN 5 Kota Padang, Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, Dorong Ekosistem Belajar Interaktif dan Penguatan Karakter Siswa

PADANG|Semangat meningkatkan mutu pendidikan madrasah terus digaungkan di lingkungan Kementerian Agama. Salah satunya melalui pelaksanaan Workshop bertema Membangun Ekosistem Belajar Interaktif: Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Karakter, Literasi dan Numerasi di Seluruh Lini Kegiatan Madrasah yang digelar MTsN 5 Kota Padang, Senin, 11 Mei 2026.

Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran MTsN 5 Kota Padang yang dinilai konsisten menghadirkan program penguatan mutu pendidikan melalui forum ilmiah dan pengembangan kompetensi guru.

Mustafa menegaskan pentingnya peran pengawas madrasah dalam menjaga kualitas proses belajar mengajar agar tetap berjalan sesuai koridor dan regulasi pendidikan yang berlaku. Ia menyebut pengawas memiliki peranan signifikan dalam mengawal mutu pendidikan madrasah.

Kakanwil juga menyoroti tema workshop yang dinilainya sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, penguatan karakter, literasi, dan numerasi tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekosistem belajar yang interaktif dan kolaboratif.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada madrasah semata, tetapi membutuhkan sinergi tiga pusat pendidikan, yakni orang tua, pemerintah atau lembaga pendidikan, serta lingkungan masyarakat.

“Ketika sudah sinergi antara komite, orang tua, madrasah, dan lingkungan masyarakat, maka program pendidikan akan berjalan dengan baik. Namun jika salah satunya tidak mendukung, maka program strategis hanya akan tinggal cerita,” ujarnya.

Mustafa mengingatkan bahwa tugas mendidik anak sejatinya merupakan tanggung jawab utama orang tua. Sementara madrasah hadir untuk membantu menunaikan sebagian tugas tersebut melalui pendidikan formal yang terstruktur.

Karena itu, ia meminta agar tidak ada lagi anggapan yang sepenuhnya menyerahkan pendidikan karakter anak kepada sekolah atau madrasah. Menurutnya, pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga dan lembaga pendidikan.

Lanjutnya, Mustafa juga mengupas konsep pembelajaran modern yang berpusat pada siswa atau _student centered learning_. Ia menilai paradigma pembelajaran saat ini telah berubah, di mana siswa tidak lagi diposisikan sebagai objek semata, tetapi juga sebagai subjek pembelajaran.

“Hari ini siswa kita sudah melek teknologi. Apa yang akan dipelajari besok, sekarang mereka sudah mencarinya lebih dahulu. Kalau guru tidak mengikuti perkembangan zaman, materi yang diajarkan bisa dianggap kadaluarsa oleh peserta didik,” katanya.

Ia mengingatkan para guru agar terus meningkatkan kompetensi, memperbarui metode pembelajaran, serta menciptakan media belajar yang kreatif dan menyenangkan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang tepat akan menentukan keberhasilan transfer ilmu kepada siswa.

Mustafa juga menekankan pentingnya refleksi dan introspeksi diri bagi seorang guru ketika pembelajaran yang disampaikan kurang mendapat perhatian siswa. Guru, kata dia, harus mampu mengevaluasi metode, strategi, teknik, dan media pembelajaran yang digunakan.

“Guru yang bijaksana adalah guru yang mau introspeksi diri. Ketika siswa tidak tertarik dengan pembelajaran kita, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki pendekatan pembelajaran,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong guru aktif melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai langkah konkret memperbaiki kualitas pembelajaran. Menurutnya, PTK merupakan solusi efektif untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menemukan metode terbaik dalam proses belajar mengajar.

Lebih jauh, Mustafa menekankan bahwa guru harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan spiritual secara utuh. Keempat kompetensi tersebut, menurutnya, harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi madrasah yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi pendidikan, termasuk Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, agar setiap kebijakan dan administrasi pendidikan di madrasah berjalan sesuai ketentuan.

Menutup, Mustafa berharap workshop yang dilaksanakan selama beberapa hari tersebut mampu melahirkan gagasan dan inovasi baru bagi penguatan mutu pendidikan di MTsN 5 Kota Padang.

“Semoga workshop ini melahirkan berbagai kemajuan dalam dunia pendidikan kita dan menjadi guidance bagi arah pengembangan madrasah ke depan,” tuturnya.

Sumber: fb Kanwil Kemenag Sumbar 

Posting Komentar

0 Komentar