PADANG|Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pengurangan Risiko Bencana serta Adaptasi Perubahan Iklim yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Batu Busuk RT 03/RW 03, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Dr. Ferdinan Asmin, Sekretaris BPBD Kota Padang Robert Cep, S.Sos., M.Si., Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, Kepala Markas PMI Kota Padang Rika Medi, jajaran Dinas Kehutanan, anggota PMI, tokoh masyarakat, serta warga Batu Busuk.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif memaparkan berbagai program yang tengah dijalankan PMI Kota Padang dalam rangka penguatan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim.
Program tersebut meliputi sosialisasi, simulasi kebencanaan, penghijauan di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh, pemasangan rambu peringatan serta jalur evakuasi, distribusi bantuan, pembangunan tiga titik sumur bor, pelayanan kesehatan di sepuluh lokasi terdampak bencana, promosi kesehatan dan kebersihan, hingga distribusi air bersih kepada masyarakat.
"Seluruh program ini merupakan bentuk komitmen PMI Kota Padang dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung pemulihan dan ketahanan lingkungan," ujar Zulhardi.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Padang Robert Cep menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk mengenali potensi ancaman di lingkungan masing-masing, memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, serta memanfaatkan jalur dan rambu evakuasi yang telah disiapkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga lingkungan dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BPBD terkait peringatan dini bencana.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Dr. Ferdinan Asmin menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kerusakan lingkungan dengan tidak melakukan penebangan liar maupun pembakaran lahan. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus mendukung program penghijauan guna menjaga daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir serta longsor.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi hingga selesai pada pukul 16.45 WIB. Acara berakhir dalam suasana aman, tertib, dan lancar.(*)



0 Komentar