SIJUNJUNG|Tim Evaluator UNESCO melanjutkan rangkaian evaluasi Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung, Selasa (18/8/2026).
Memasuki hari kedua, dua evaluator UNESCO, Prof. Jeon Young Mun dari Korea Selatan dan Nikholas Klee dari Prancis, bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah geosite di kawasan Geopark Ranah Minang Silokek.
Rombongan didampingi Bupati Sijunjung, Ketua Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah, Kementerian/Lembaga dan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).
Kegiatan diawali dengan sarapan pagi di Hotel Bukik Gadang. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Gerbang Geosite Karst Silokek untuk melihat secara langsung karakteristik batuan karst yang menjadi salah satu kekayaan geologi kawasan tersebut. Tim juga melihat aktivitas UMKM masyarakat di sekitar kawasan.
Dari Gerbang Karst Silokek, tim melanjutkan perjalanan menuju Ngalau Basurek. Di lokasi ini, evaluator melihat langsung keberadaan gua serta karakteristik geologi Ngalau Basurek.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Café Parak Karambia di kawasan Silokek. Di lokasi tersebut, tim menikmati panorama kawasan karst Silokek yang menjadi salah satu daya tarik utama geopark.
Selanjutnya, tim menuju Geosite Sangkiamo. Di lokasi ini, evaluator melakukan pengecekan terhadap data dan jurnal sekaligus mengamati batuan granit yang memiliki nilai penting dalam keragaman geologi Geopark Ranah Minang Silokek.
Setelah dari Sangkiamo, rombongan beristirahat dan makan siang di kawasan rest area Silokek sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah lokasi lainnya.
Tim kemudian mengunjungi SD Negeri 28 Durian Gadang untuk melihat Geopark Corner yang tersedia di sekolah tersebut. Keberadaan Geopark Corner menjadi bagian dari upaya edukasi geopark kepada peserta didik dan pengenalan warisan geologi sejak dini.
Rangkaian evaluasi dilanjutkan dengan kunjungan ke geosite granit dan sandstone untuk melihat kontak antara batuan granit dengan sandstone. Tim evaluator mengamati langsung karakteristik kontak batuan tersebut sebagai bagian dari penilaian keragaman geologi kawasan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Silukah, Nagari Durian Gadang, untuk melihat lokomotif peninggalan Jepang yang menjadi bagian dari nilai sejarah kawasan.
Kunjungan hari kedua ditutup dengan peninjauan geosite xenolith di Silukah. Tim evaluator melihat secara langsung keberadaan batuan xenolith sebagai salah satu objek geologi yang terdapat di kawasan Geopark Ranah Minang Silokek.
Evaluasi lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian validasi aUGGp Ranah Minang Silokek yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Dalam proses tersebut, tim evaluator melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek geopark untuk mencocokkan kondisi di lapangan dengan data dan dokumen yang telah diajukan kepada UNESCO.
Geopark Ranah Minang Silokek saat ini berstatus Aspiring UNESCO Global Geopark dan tengah menjalani proses evaluasi menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebelumnya menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan evaluasi tersebut.
Rangkaian kunjungan lapangan di berbagai geosite menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sijunjung untuk menunjukkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, nilai budaya, serta upaya pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark Ranah Minang Silokek.(Danus)



0 Komentar