BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Kawal Transparansi Seleksi Wali Nagari Berbasis CBT, Bupati Yulianto Ajak Wujudkan Pilwana Badunsanak

PASBAR Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau langsung pelaksanaan ujian seleksi bakal calon Wali Nagari melalui sistem Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 1 Pasaman, Sabtu (22/8). Dalam kesempatan itu, Yulianto mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjaga persaudaraan serta mewujudkan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) yang aman, damai, dan badunsanak.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tahapan seleksi berjalan tertib, transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Bupati didampingi Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, anggota DPRD Pasaman Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Yulianto mengatakan, ujian seleksi melalui sistem CBT merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pilwana. Penerapan sistem tersebut diharapkan mendukung proses seleksi yang objektif dan terukur sehingga dapat menjaring bakal calon Wali Nagari yang memiliki kemampuan serta kesiapan memimpin pemerintahan nagari.

Namun, menurutnya, Pilwana bukan sekadar proses memilih pemimpin, melainkan juga momentum menjaga keberlangsungan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat di tingkat nagari.

“Mari melaksanakan Pilwana badunsanak,” ujar Yulianto saat memberikan arahan kepada peserta ujian sesi kedua.

Ia menegaskan, semangat persaudaraan harus menjadi landasan dalam seluruh tahapan Pilwana. Para bakal calon yang mengikuti proses tersebut merupakan bagian dari masyarakat nagari dan memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain.

“Siapa pun yang menjadi calon Wali Nagari itu adalah saudara kita, mamak kita dan kerabat kita di nagari itu,” katanya.

Karena itu, Yulianto meminta seluruh pihak tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan. Menurutnya, perbedaan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, tetapi hubungan kekeluargaan dan persaudaraan harus tetap dijaga.

Ia mengajak masyarakat menerima hasil Pilwana dengan lapang dada serta memberikan dukungan kepada Wali Nagari terpilih. Dengan demikian, suasana keamanan, ketenteraman, dan kondusivitas masyarakat dapat tetap terjaga sejak tahapan seleksi hingga seluruh rangkaian Pilwana selesai.

Yulianto meyakini seluruh peserta dan masyarakat Pasaman Barat memiliki keinginan yang sama untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram. Kondisi tersebut dinilai penting agar pemerintahan nagari dapat berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat terlaksana secara maksimal.

“Semangat badunsanak harus terus kita kedepankan. Setiap persoalan di tengah masyarakat harus diselesaikan dengan mengutamakan musyawarah, persatuan, dan kepentingan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yulianto menyampaikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama DPRD Pasaman Barat mendukung pelaksanaan Pilwana. Salah satu tujuan utamanya adalah memastikan nagari segera memiliki Wali Nagari definitif sehingga tidak terus bergantung pada Penjabat (Pj) Wali Nagari.

“Pemda Pasbar dan DPRD Pasbar mendukung untuk melakukan Pilwana ini sehingga tidak Pj lagi yang menjadi Wali Nagari, dengan tujuan pelayanan masyarakat tercapai,” katanya.

Menurut Yulianto, Pj Wali Nagari memang merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan untuk mengisi kekosongan jabatan. Namun, keberadaan Wali Nagari definitif hasil pemilihan masyarakat dinilai lebih penting untuk memastikan pemerintahan nagari memiliki pemimpin dengan mandat masyarakat serta mampu menjalankan program pembangunan sesuai kebutuhan nagari.

Bupati berharap seluruh tahapan seleksi bakal calon hingga pelaksanaan Pilwana dapat berjalan tertib, transparan, sportif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Ia juga meminta para peserta mengikuti seluruh proses dengan penuh tanggung jawab.

Dengan semangat Pilwana badunsanak, Yulianto berharap pesta demokrasi di tingkat nagari tidak hanya menghasilkan pemimpin yang mendapat mandat masyarakat, tetapi juga semakin memperkuat persatuan. Perbedaan pilihan hendaknya menjadi bagian dari demokrasi yang dewasa, bukan sumber konflik.

Sumber: Diskominfo Pasbar 

Posting Komentar

0 Komentar