BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Camat Wilman Tekankan Pentingnya Kolaborasi Dalam Penanganan Stunting di Oadang Selatan



Padang - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan 20.924 keluarga berisiko stunting sebagai sasaran program GENTING.

Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting) menjadi prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam upaya mengatasi masalah Stunting.

Untuk itu Camat Padang Selatan Wilman Mukhtar, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan stunting ini.

“Stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan BUMN, BUMD, sektor swasta, dan masyarakat untuk menghasilkan dampak nyata,” ujarnya usai menghadiri Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting), Kamis (15/1/2026

Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting berkaitan langsung dengan kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi 2045, ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif.

"Mengatasi stunting berarti menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan produktif. Jika tidak ditangani sejak dini, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban,” tegas Wilman.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Magdalena mengatakan, program GENTING menyasar keluarga berisiko stunting melalui pendekatan gotong royong lintas sektor.

"Jadi anak-anak dari keluarga beresiko Stunting akan mendapatkan intervensi pemenuhan gizi berupa pemberian makanan bergizi," katanya.

Menurutnya, GENTING dirancang sebagai gerakan bersama yang tidak menggunakan dana APBN atau APBD, tapi murni berasal dari donatur maupun CSR.

“GENTING mempertemukan orang tua asuh dengan keluarga berisiko stunting. Seluruh bantuan bersumber dari gotong royong. Hari ini kita memulai intervensi di Padang Selatan dengan dukungan pihak mitra,” ujar Magdalena.

Untuk kali ini lanjut Kaper, pihaknya mendapat dukungan dari CSR BNI Head Area 2 Sumatera Barat yang berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga sasaran di wilayah tersebut.

"Pemberian makanan bergizi ini akan kita laksanakan selama empat bulan, untuk Padang Selatan ada empat orang anak yang akan kita intervensi," lanjutnya.

Magdalena menegaskan, program GENTING tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi mencakup empat jenis intervensi, yakni: pemenuhan makanan dan nutrisi anak, akses air minum layak serta perbaikan rumah tidak layak huni, edukasi pola hidup bersih dan sehat, pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

Selain pemberian makanan bergizi, menurut Magdalena, BKKBN juga melakukan edukasi langsung kepada orang tua, termasuk cara mengolah makanan, menjaga kebersihan saat menyuapi anak, serta strategi menghadapi anak yang sulit makan agar tidak mengalami kekurangan gizi.

Disamping itu, kata Magdalena, BKKBN juga menaruh perhatian pada penguatan peran kader dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terlibat langsung dalam pendataan, edukasi, hingga pendistribusian bantuan kepada keluarga sasaran.

"Kader dan TPK memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan. Karena itu, BKKBN terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas mereka,” pungkasnya. (**) 

Posting Komentar

0 Komentar