PADANG|Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat untuk meningkatkan prestasi sebagai Kota Sehat di tingkat nasional.
Menggapai itu, Dinkes Kota Padang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penginputan Capaian Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) melalui aplikasi SIPANTAS/Simfoni, Rabu (13/5/2026). Rakor yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Padang ini bertujuan menyamakan persepsi lintas sektor terkait indikator penilaian sembilan tatanan kota sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas capaian Kota Padang tahun 2025 yang berhasil meraih predikat Swasti Saba Wistara.
"Pada tahun 2025, secara nasional terjadi penyusutan jumlah daerah yang meraih Swasti Saba Wistara, namun Kota Padang tetap mampu bertahan di jajaran elit tersebut dengan nilai tertinggi di Sumatera Barat. Ini adalah modal besar kita," ujar dr. Srikurnia.
Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat dua tatanan yang meraih nilai sempurna (100). Namun begitu, Kadiskes menekankan perlunya peningkatan pada Tatanan I (Sehat Mandiri) yang berada di angka 85 dan Tatanan 9 (Kebencanaan) di angka 83.
"Target kita tahun 2026 adalah mendorong semua nilai tatanan di atas 90," tegasnya.
Tahun 2026 diprediksi akan memiliki indikator penilaian yang lebih ketat, terutama dengan adanya integrasi program strategis nasional seperti makan bergizi gratis dan sekolah sehat. Oleh karena itu, sinkronisasi data antar OPD menjadi kunci utama.
DI rapat itu, Dinas Perkim dan OPD terkait diminta memastikan akurasi data intervensi kawasan kumuh dan infrastruktur. Selain itu perlu penekanan pada lokasi fokus (locus) unggulan seperti sektor pariwisata (Goa Kelelawar), pasar ber-SNI, hingga perkantoran berstandar internasional. Seluruh data pendukung dan dokumentasi terbaru harus selesai diinput ke aplikasi pada akhir Mei 2026 sebelum dilakukan verifikasi tingkat provinsi.
Rapat ini juga menjadi persiapan jelang pemaparan roadmap kepada Wali Kota Padang yang dijadwalkan pada 20 Mei mendatang.
Kadiskes mengingatkan bahwa Wali Kota Padang memiliki visi besar mengintegrasikan konsep Smart City dengan Kota Sehat yang menuntut standar kinerja "Premium" dari setiap OPD.
"Kita harus menyajikan data yang realistik namun progresif. Mulai dari pembenahan zona aman sekolah, jalur sepeda, hingga kebersihan fasilitas publik seperti pasar dari puntung rokok. Kerjasama tim adalah kunci agar predikat Swasti Saba Wistara tetap melekat di Kota Padang pada tahun-tahun mendatang," tutupnya.
Kegiatan ini dihadiri Person in Charge (PIC) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua serta Sekretaris Forum Kota Sehat Kota Padang.(*/Defrianto / Charlie)

0 Komentar