TANAH DATAR|Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sepanjang tahun 2025. Bantuan tersebut disalurkan untuk empat sektor, yakni kesehatan, pertanian, perikanan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus upaya membantu pemulihan ekonomi dan kesehatan warga.
Asisten II Setdakab Tanah Datar Ten Ferri merinci, bantuan biaya berobat diberikan kepada 23 orang penerima dengan total anggaran sebesar Rp183.168.872. Besaran bantuan yang diterima berbeda-beda sesuai kebutuhan dan jenis penyakit yang diderita penerima manfaat.
Sementara itu, bantuan untuk sektor pertanian diberikan kepada 924 kepala keluarga petani terdampak bencana hidrometeorologi. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp900 ribu dengan total anggaran mencapai Rp831.600.000.
Untuk sektor perikanan, bantuan disalurkan kepada 175 orang penerima, masing-masing menerima Rp900 ribu dengan total bantuan sebesar Rp157.500.000.
Sedangkan untuk kelompok UMKM terdampak, bantuan diberikan kepada 148 pelaku usaha, masing-masing sebesar Rp900 ribu dengan total anggaran Rp133.200.000.
“Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.305.468.872 dengan jumlah penerima sebanyak 1.270 orang atau kepala keluarga,” ujar Ten Ferri Senin, (3/6/2026).
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan melihat besar kecilnya bantuan yang diterima, tetapi mari kita syukuri bersama sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Untuk bantuan berobat, kata Bupati, merupakan tahap pertama dan masih ada tahap selanjutnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk berobat karena pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik. Gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya agar dapat meringankan biaya kebutuhan dan menjadi modal usaha,” tambahnya.
Salah seorang penerima manfaat, Saparudin, warga Jorong Pinjuran Tujuah, Nagari Batipuah Baruh, Kecamatan Batipuh, korban bencana tanah longsor, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah.
Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu biaya pengobatan dan operasi yang dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi dan bantuan tongkat dan lainnya. (*/et/san)

0 Komentar