BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Tutup Padang Gastronomi Fest 2026, Erianto: Tradisi Malamang Harus Terus Dilestarikan

PADANG|Anggota DPRD Kota Padang, Erianto Mahmuda, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Padang Gastronomi Fest 2026 yang digelar di Kompleks Perumahan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (30/8/2026).

Dalam sambutannya, Erianto mengatakan Padang Gastronomi Fest 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan dan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya merealisasikan aspirasi masyarakat melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kota Padang.

“Padang Gastronomi Fest ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan sinergi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan aspirasi masyarakat yang kami wujudkan melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD,” ujar Erianto.

Menurut Erianto, Festival Malamang yang menjadi salah satu rangkaian utama kegiatan bukan sekadar festival kuliner, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga dan melestarikan budaya Minangkabau agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Ia menyebutkan, pelaksanaan kegiatan selama dua hari masih tergolong singkat. Karena itu, ke depan pihaknya berencana mengembangkan kegiatan tersebut agar berlangsung lebih lama dan semakin banyak melibatkan masyarakat.

“Mungkin kegiatan yang digelar selama dua hari ini masih tergolong sebentar. Insyaallah tahun depan akan kita buat kegiatan ini selama lima hari,” katanya.

Erianto menilai Kecamatan Kuranji memiliki potensi besar dalam pengembangan gastronomi berbasis kearifan lokal. Selain memiliki masyarakat yang masih banyak bergerak di sektor pertanian, kawasan Kuranji juga memiliki lahan persawahan serta berbagai tradisi masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi potensi wisata dan ekonomi kreatif.

“Jangan sampai budaya kita tertinggal. Anak-anak muda kita sekarang mulai banyak yang tidak mengetahui bagaimana membuat lamang. Karena itu, tradisi ini kita angkat kembali melalui Festival Malamang, khususnya di daerah pemilihan kita,” jelasnya.

Dalam Padang Gastronomi Fest 2026, Festival Malamang melibatkan sekitar 20 kelompok peserta yang berasal dari kalangan ibu-ibu PKK dan Bundo Kanduang se-Kota Padang.

Selain Festival Malamang, kegiatan juga dirangkai dengan berbagai agenda pelestarian adat dan budaya Minangkabau, termasuk penguatan adat salingka nagari. Sejumlah tradisi masyarakat Kuranji juga diperkenalkan, termasuk tradisi yang berkaitan dengan adat kematian di bawah payuang yang masih dikenal dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.

Erianto berharap berbagai tradisi tersebut dapat terus diwariskan dan dikenalkan kepada generasi muda sehingga tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Apresiasi Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat Kuranji, Jufrizal, mengapresiasi pelaksanaan Padang Gastronomi Fest 2026 yang digagas Erianto Mahmuda.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Erianto Mahmuda yang telah melaksanakan kegiatan Padang Gastronomi Fest di Kecamatan Kuranji,” ujarnya.

Jufrizal berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap makanan tradisional dan kearifan lokal Minangkabau.

Ia juga berharap Padang Gastronomi Fest dapat dijadikan agenda rutin setiap tahun dengan cakupan kegiatan yang semakin besar.

Dukung Padang Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, ST., MT., menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Padang terhadap pelaksanaan Padang Gastronomi Fest 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut turut mengangkat kearifan lokal dan potensi unggulan yang dimiliki Kecamatan Kuranji, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan gastronomi sebagai potensi ekonomi masyarakat dan UMKM.

“Kami dari Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi kepada Bapak Erianto. Kegiatan ini juga membawa kita semua melihat kearifan lokal dan potensi unggulan yang ada di Kuranji,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Padang saat ini tengah berupaya agar Kota Padang dapat menjadi bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network) di bidang gastronomi.

“Insyaallah tanggal 2 September kita akan mengikuti seleksi tahap kedua. Doakan bersama, semoga Kota Padang bisa mewakili Indonesia,” katanya.

Menurut Yenni, Padang Gastronomi Fest menjadi salah satu bentuk nyata penguatan budaya dan kearifan lokal yang dapat mendukung upaya tersebut. Pengembangan gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menyangkut budaya, tradisi, sejarah, serta potensi ekonomi masyarakat.

Ia berharap kegiatan seperti Padang Gastronomi Fest mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong pelaku UMKM Kota Padang untuk naik kelas.

“Kalau Kota Padang sudah diakui, tentunya negara-negara lain akan berkunjung ke Kota Padang, khususnya melihat potensi gastronomi dan kearifan lokal yang ada di Kuranji,” ujarnya.

Padang Gastronomi Fest 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Festival Malamang menjadi salah satu tradisi yang diangkat untuk memperkenalkan kekayaan kuliner sekaligus budaya Minangkabau kepada masyarakat luas.(*)

Posting Komentar

0 Komentar