PADANG|Ketua Majelis Pimpinan Adat Kerapatan Adat Nagari Pauh IX (MPA KAN Pauh IX) yang juga tokoh masyarakat Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, melepas kepergian almarhum Abubakar (Bake) dari Suku Melayu dalam prosesi pemakaman di rumah duka Kandang RW 01/03 Kuranji, Selasa (19/5/2026). Almarhum wafat dalam usia 73 tahun.
Dalam sambutannya di hadapan keluarga dan masyarakat yang hadir, Irwan Basir mengingatkan bahwa setiap kehidupan pasti akan berakhir dengan kematian. Menurutnya, kematian hendaknya menjadi pelajaran dan pengingat bagi setiap manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat.
“Wakafa bilmauti wa idzho. Jadikanlah kematian itu sebagai pelajaran bagi kita, bahwa suatu saat nanti kita juga akan mengalaminya dan akan menempuhnya,” ujar Irwan Basir.
Selanjutnya, Irwan Basir menegaskan, manusia tidak akan hidup selamanya di dunia. Karena itu, kesempatan hidup yang masih diberikan Allah SWT harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
“Kullunafshin dzaikatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Maka pergunakanlah kesempatan hidup yang masih diberikan kepada kita untuk selalu melakukan ibadah kepada Allah, agar ada yang kita bawa kelak saat meninggal nanti,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidupnya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Menurutnya, selama hampir 73 tahun menjalani kehidupan sosial di tengah masyarakat, tentu almarhum pernah melakukan kekhilafan dalam hubungan sesama manusia.
“Kepada kita semua selaku orang mukmin, jika ada kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup, mari kita berikan maaf kepada almarhum agar lapang perjalanan beliau dalam menghadap Sang Pencipta. Sebaliknya, jika ada utang piutang dengan hitam di atas putih dan tidak bisa dimaafkan, silakan menghubungi ahli waris untuk diselesaikan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Irwan Basir juga menitipkan pesan kepada anak-anak dan keluarga almarhum agar senantiasa mendoakan almarhum, karena doa anak yang saleh menjadi salah satu amalan yang tidak terputus.
“Apabila meninggal salah satu anak cucu Adam, maka putuslah segala amalannya di atas dunia ini kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh yang selalu mendoakannya,” pungkasnya.(*)


0 Komentar