PADANG|Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi membuka kegiatan Kemah Bakti MAN 1 Padang Berwawasan Lingkungan dan Religius (Ekoteologi) yang dipusatkan di kawasan Kolam Renang ABG, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (18/6/2026).
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penanaman pohon penghijauan sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana ekologis di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir tahun 2025 lalu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Bencana ini tidak terjadi begitu saja. Penyebabnya tidak terbantahkan, yakni kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, terutama terhadap kawasan hutan. Ketika alam dirusak, maka dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat,” ujar Maigus.
Ia mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi telah menyebabkan kerugian besar, baik materi maupun korban jiwa. Sedikitnya sembilan unit jembatan di Kota Padang putus diterjang banjir yang membawa material kayu gelondongan dari kawasan hulu.
Menurutnya, menjaga keseimbangan alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Bahkan, dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW telah mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup.
Karena itu, Maigus mengapresiasi program penanaman 1.000 pohon yang digagas MAN 1 Padang sebagai langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana.
“Mudah-mudahan gerakan menanam seribu pohon ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi ikhtiar bersama untuk mengantisipasi bencana ekologis pada masa mendatang,” katanya.
Maigus juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Kota Pintar (Smart City) yang maju dan berkarakter. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga nilai moral dan spiritual.
“Saat ini kota membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi yang lebih penting adalah orang-orang yang baik, jujur, dan saleh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Afrizal, memberikan apresiasi terhadap inisiatif MAN 1 Padang yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan melalui konsep ekoteologi.
Menurutnya, program penanaman 1.000 pohon yang akan dilakukan di Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Kuranji merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang.
“Kegiatan seperti ini layak menjadi bagian dari kurikulum ekoteologi. Agama dan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Selama ini kita fokus beribadah, tetapi sering kali masih abai terhadap lingkungan di sekitar kita, termasuk persoalan sampah,” ujarnya.
Afrizal menambahkan, ajaran agama telah menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. Bahkan Al-Qur'an mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan manusia.
“Karena itu, gerakan seperti ini harus berkelanjutan dan menjadi budaya bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, program penanaman pohon tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian. Lokasi penanaman tersebar di beberapa titik, yakni Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Lubuk Minturun, serta kawasan hulu Batang Kuranji di Kelurahan Kuranji.
“Mudah-mudahan kegiatan yang memadukan nilai ketuhanan dan kepedulian lingkungan ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mengurangi risiko bencana ekologis, khususnya banjir bandang di Kota Padang,” pungkas Afrizal.(**)

0 Komentar