BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Pasaman Barat Tancap Gas Tekan Stunting, Poltekkes Kemenkes RI Turun Dampingi Program INEY II

PASBAR|Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat melalui Program INEY Fase II Poltekkes Kemenkes RI Padang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menggelar Pertemuan Advokasi Lintas Sektor dalam rangka Integrasi Intervensi Penurunan Stunting Tahun 2026 di Aula Bappelitbangda Kabupaten Pasaman Barat pada Jumat (26/6)2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh Tim INEY Poltekkes Kemenkes RI Padang, Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, Camat Pasaman, Kepala KUA Kecamatan Pasaman, Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Pasaman, Puskesmas Aia Gadang dan Puskesmas Sukamenanti, Kepala SPPG Aua Kuning, wali nagari wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti dan Aia Gadang, TP PKK kecamatan dan nagari wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti dan Aia Gadang, serta kepala sekolah SMP dan SMA wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti dan Aia Gadang.

Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes., dan dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes RI Padang, Renidayati, S.Kp., M.Kep., Sp.Jiwa. Acara dilanjutkan dengan paparan materi oleh Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P. Adapun moderator kegiatan adalah Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Ike Efrinayanti, S.K.M., M.K.M.

Kemenkes melaksanakan transformasi layanan primer melalui penguatan pelayanan kesehatan dasar yang berfokus pada penguatan upaya promotif, preventif, dan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui posyandu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan program percepatan pencegahan stunting melalui kegiatan Investing in Nutrition and Early Years Program Phase II (INEY Fase II).

Pelaksanaan program INEY Fase II dilakukan oleh 38 poltekkes di 80 kabupaten/kota pada 34 provinsi yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat ke masyarakat dalam implementasi program penurunan stunting.

Program INEY berfokus pada peningkatan intervensi bagi remaja putri, balita usia 6–23 bulan, ibu hamil, tenaga kesehatan puskesmas, dan kader posyandu. Poltekkes sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenkes turut memastikan keberhasilan program melalui pendampingan di lokasi intervensi.


Pendampingan asistensi poltekkes terdiri atas:

1. Asistensi pemantauan pertumbuhan, asistensi pemberian makanan tambahan lokal (MT lokal) bagi balita dan ibu hamil KEK, pemantauan pemberian MP-ASI, dan PMT penyuluhan, pelacakan sasaran imunisasi, serta edukasi; 

2. Asistensi pemberian tablet tambah darah (TTD)/MMS bagi ibu hamil dan peningkatan jangkauan pemeriksaan K6 ANC; 

3. Asistensi peningkatan kualitas kader dan pendampingan pencatatan serta pelaporan; serta

4. Asistensi pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri. 

Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan hasil SSGI tahun 2023 memiliki angka prevalensi stunting sebesar 29,7%. Sementara itu, berdasarkan laporan EPPGBM Agustus 2025, prevalensi stunting Kabupaten Pasaman Barat adalah 12,4%, dan pada Februari 2026 prevalensi stunting menurun menjadi 10,5%.

Sumber: Diskominfo Pasbar 

Posting Komentar

0 Komentar