BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Pengabdian Dosen Universitas Mercubaktijaya terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

PADANG|Upaya mempersiapkan kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tidak hanya berfokus pada pola asuh dan pendidikan, tetapi juga menuntut kesiapan finansial keluarga yang matang. Menyadari krusialnya aspek ini, tim dosen Universitas Mercubaktijaya menginisiasi program edukasi yang berfokus pada literasi keuangan bagi orang tua.

Sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Spasi Iko ABK Sekolah Parenting dan Peningkatan Literasi Keuangan bagi Orangtua dengan ABK tim dosen membantu keluarga merencanakan dan mengatur pendapatan bulanan. 

Ketua tim pengabdian Ibu Ns. Rifka Putri Andayani, M.Kep., Sp.Kep.An beserta tim menjelaskan program ini menyentuh empat aspek penting yakni kemandirian anak, pola asuh positif, pengelolaan beban mental orang tua dan literasi keuangan keluarga. Literasi keuangan menjadi salah satu fokus utama karena perencanaan finansial yang baik adalah pondasi untuk menjamin kebutuhan anak terpenuhi, baik saat ini maupun untuk masa depannya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendampingi para orang tua agar lebih percaya diri dalam mendukung kemandirian anak sekaligus menjaga kesejahteraan mental dan finansial keluarga,” ucapnya. 

Menurut Tim Ibu Ises Reni, SKp., M.Kep, kegiatan edukasi ini telah dilaksanakan kepada orang tua siswa di SLB Muhammadiyah Nanggalo. Program ini merupakan kolaborasi terintegrasi antara Program Studi Keperawatan dan Prodi Terapi Wicara yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi orang tua ABK. Kegiatan ini memperoleh dukungan hibah dari Yayasan Mercubaktijaya Tahun Anggaran 2026.

Para peserta yang hadir memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan, terutama terkait pengelolaan keuangan. Banyak dari mereka mengaku terbantu karena selama ini masih kesulitan membagi prioritas pemasukan bulanan.

“Mengenai literasi keuangan, materinya sangat bermanfaat dan sangat positif bagi saya karena saya selama ini belum bisa mengatur pemasukan bulanan dengan benar,” ungkap salah satu peserta dalam kegiatan pengabdian ini. 

Selain aspek finansial, para orang tua juga merasa dikuatkan secara mental. Mereka mendapat ruang untuk berbagi pengalaman dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi tantangan mengasuh ABK. 

“Setelah saya mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih tahu tentang parenting anak berkebutuhan khusus. Saya juga merasa tidak sendirian dalam merawat anak karena ternyata banyak yang merasakan hal yang sama,” jawab peserta lainnya.

Oleh: Rifka Putri Andayani

Posting Komentar

0 Komentar