PASBAR|Bupati Pasaman Barat Yulianto mengukuhkan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Senin (29/6), di halaman SDN 08 Sasak Ranah Pasisie. Pada kesempatan itu juga digelar simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) Kampung Siaga Bencana serta penyerahan bantuan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dari Kementerian Sosial RI senilai Rp157.290.000.
Bupati Yulianto menegaskan, pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana, mengingat Kecamatan Sasak Ranah Pasisie merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi.
"Kesiapsiagaan bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mutlak. Inilah esensi Kampung Siaga Bencana, yaitu berbasis masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan digerakkan demi keselamatan masyarakat itu sendiri. Amanah kemanusiaan kini berada di pundak para pengurus KSB," tegas Yulianto.
Menurutnya, keberadaan KSB harus mampu menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat nagari. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus segera menyusun langkah-langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Beberapa hal yang menjadi prioritas, lanjutnya, antara lain melakukan pemetaan wilayah rawan bencana beserta jalur evakuasi, mendata kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak, memasang rambu-rambu evakuasi, mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat melalui kentongan, pengeras suara maupun sirene, serta membentuk lumbung sosial yang berisi logistik darurat.
"Libatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Bangun kolaborasi yang kuat agar kesiapsiagaan menjadi budaya bersama dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Vanvoni Gorbi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program Kementerian Sosial RI yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat.
Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juni 2026, dengan melibatkan sebanyak 275 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, unsur Forkopimda, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana), kepala perangkat daerah, Camat Sasak Ranah Pasisie, wali nagari, PMI, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai stakeholder lainnya.
Sumber: Diskominfo Pasbar

0 Komentar